Kamis, 26 November 2015

Ihdinassiratal mustaqim



Bismillahirrahmanirrahim.

Ihdinassiratal mustaqim.(Tunjukanlah hamba jalan yang benar/lurus) adalah salah satu ayat dalam suratul fatiha yang selalu dibaca dalam sholat atau pun pembukaan hal-hal ritual lain.
yang jadi pertanyaan , maukah anda menempuhnya jika Allah SWT telah memberikan kepada anda petunjuk suatu jalan yang benar/lurus, sebagaimana yang anda harapkan itu ?
bagaimana jika jalan yang benar/lurus itu adalah jalan yang mengharuskan anda untuk meninggalkan uang kertas , maukah anda menempuhnya ?  
bagaimana jika petunjuk jalan yang benar/lurus adalah PengHaraman pada uang kertas , apakah anda mampu mengikutinya ? atau anda akan menolaknya dengan tetap mempergunakan uang kertas itu dan tetap mencarinya sebanyak-banyaknya meskipun kehinaan yang anda dapat.

Musa berkata , "Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kalian ke suatu kota (untuk bekerja kantoran) , pasti kalian memperoleh apa yang kalian minta (uang kertas sebagai upah/gaji). Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan (bekerja tapi keuntungannya untuk yang punya perusahaan), serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah(karena sudah menjadikan perusahaan itu sebagai pemberi kehidupan)".(Al-Baqarah: 61)

Uang kertas sebenarnya adalah benda baru, karena uang kertas belum pernah dibicarakan sedikitpun pada zaman tasyrie (zaman Nabi, sallalahu alayhi wa sallam, Sahabat, Tabiin, Tabiit Tabiin dan juga Imam Mazhab yang empat). Umat Islam mengenal uang kertas ini (fiat money) setelah jatuhnya Khilafah Islamiyah. Oleh karenanya tidak akan dijumpai satu pun nash dalil dari al-Quran, hadits dan ijma mengenainya.

Disebabkan hal itulah ulama menggunakan metodologi qiyas, sebuah metode dalam ilmu ushul fiqh untuk melegitimasi uang kertas.

Hal ini dilakukan karena ketidakberdayaan umat Islam dan ketidakmampuan pemimpin-pemimpin Islam untuk mencetak kembali Dinar dan Dirham pada waktu itu.

Metodologi qiyas yg dijadikan dalil syara’ seharusnya memiliki ‘illah (alasan/argument) dan illah itu harus diambil dari Al-Quran dan as-Sunnah. Sedangkan “tsamaniyah” (nilai tukar) yang dijadikan ‘illah tidak ada satupun dalil daripada al-Quran dan as-Sunnah.

Kepercayaan masyarakat bukan menjadi tolak ukur dalam melegitimasi uang kertas menjadi nuqud syar’i (mata uang sunnah), sekiranya berdiri Daulah Islamiyah maka pemimpinnya harus menerapkan hukum Allah Ta’ala termasuk mencetak nuqud syar’i.

Pandangan para pakar ekonomi tentang uang tidak dapat dijadikan hujjah dalam melegitimasi uang kertas sebagai nuqud syar’i, karena hujjah mesti berasal daripada Allah dan Rasulnya yaitu Al Quran dan as sunnah.

Rasulullah sallallahu a’laihi wasallam menentukan ukuran berat atau timbangan pada nuqud syar’i seperti uqiyah, dirham, daniq, qiraath, mithqaal dan dinar. Semua ini tidak terdapat pada uang kertas.
Jadi qiyas dinar dan dirham yang digunakan untuk uang kertas adalah batil, dengan perkataan lain qiyas ma’al faariq (qiyas yang tidak tepat).

kehalalan’ uang kertas dari metodologi qiyas telah menjadi pintu masuk bagi rentenir atau bankir kafirun semacam Rothschild dan para penyembah setan, ini adalah jalan untuk mempermudah masuknya RIBA ke dalam Islam agar lahirlah anak haram hasil perselingkuhan ulama modernis dan rentenir atau bankir untuk sebuah lembaga baru yang bernama Bank Islam, ini tidak lain adalah Bank atau Markas Besar Riba.

Sabtu, 12 September 2015

SITUASI SAAT INI

Tiket ke surga dibuka lebar-lebar



Barat Zionist sudah melakukan serangan ke Suriah dan Yaman melalui kaki tangan mereka.

Tidak ada yang namanya terorist dan organisasi ekstrim religius yang isinya orang-orang gila. Yang ada adalah perang tidak konvensional atau asimetris atau terselubung. Mereka adalah tentara bayaran yang dipimpin oleh perwira-perwira pasukan khusus dari negara yang bersangkutan. Contoh, Barat: al-Qaeda, ISIS, dan afiliasinya di India, Asia Tenggara, dll, Iran: Hisbullah, Israel: Hamas dan Fatah, Arab Saudi: al-Nusra, Turki: FSA.

Suriah diserang oleh ISIS, al-Nusra dan FSA, sedangkan Yaman diserang oleh koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Medinah dalam keadaan lusuh dan Jerusalem dalam keadaan berjaya, dalam urusan masalah internasional.

Oleh karena itu, serangan terhadap Suriah akan menuju ke pecahnya perang dunia ketiga, dan bersamaan dengan itu penaklukan Konstantinople oleh Russia dan partisan Muslim [mujahidin]. Kemudian setelah itu akan terjadi khurujnya Dajjal di Jerusalem dan turunnya Isa [as] di Damascus Suriah.

Hancurnya NATO dan AS akan memberi jalan Muslim kepada penaklukan Mekah dan Jerusalem. Dan seluruh sekutu AS di seluruh dunia.

Allah [swt] dan Rasulnya [saw] telah menjamin perlindungan Suriah dan Yaman, bahwasanya keduanya tidak akan pernah bisa untuk dikuasai Barat dan kaki tangannya.

Tiket ke surga dibuka lebar-lebar di Suriah. Jika Muslims kebarat-baratan sanggup jalan sampai Paris dan Berlin bersama dengan keluarga mereka, mengapa kita tidak bisa berjalan sampai Damascus?

(the copy of my friends' status)

Islam Dan I.M.F ; (Graha XL- Jakarta)


Ad-Dajjal ; Sang Messiah Palsu


Rasulullah S.A.W dan Dunia Hari Ini


Jerussalem Dalam Al-Qur'an


Perjalanan Akhir Zaman


ALLAH Dan RASUL NYA Memerangi Riba

Allah S.W.T dan RasulNya pada wahyu yang paling terakhirNya didalam Al-Qur’an menyatakan perang kepada pemberi pinjaman uang dengan bunga. “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (Q.S.2 : 279).
Ada sebuah pertanyaan yang menarik , jika Allah S.W.T telah menyatakan perang dan Nabi-Nya juga menyatakan perang dengan para pemberi pinjaman uang dengan bunga , namun kita tidak sedang / menyatakan berperang dengan para pemberi pinjaman uang dengan bunga , maka apa yang akan terjadi pada kita? , Apakah kita adalah umat muslim yang sebenarnya? , Apakah kita adalah orang yang berserah diri kepada Allah ataukah kita berserah diri pada sesuatu yang lain? , Apakah kita akan mendapatkan sebuah kejutan diliang kubur nanti ketika para malaikat datang untuk bertanya, dan kita katakan bahwa kita adalah orang muslim , dan kemudian para malaikat akan katakan anda berbohong!!! , Mengapa? karena Allah S.W.T menyatakan perang dan Nabi-Nya juga menyatakan perang , namun kita tidak menyatakan perang ,

jika demikian apakah kita umat muslim???..

Wahyu Terakhir

 


WAHYU TERAKHIR.
Syeikh Imran N Hosein

Pada saat Rosullullah S.A.W melaksanakan ibadah haji , yaitu ibadah haji yang pertama dan yang terakhir. Lalu beliau memberikan khotbah perpisahannya dari arafah. Kemudian Beliau bertanya kepada umatnya , “Apakah kalian bersaksi bahwa saya telah menyampaikan pesanNya ? dan mereka menjawab ‘Iya, kami bersaksi’.
Maka setelah hal itu , Allah S.W.T kemudian menurunkan wahyuNya. Dimana Allah S.W.T berfirman :
“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. {Q.S.Al-Maidah(5):3}.
Jadi tugasNya sudah selesai dan agamaNya sudah sempurna. Kemudian Rosullullah S.A.W kembali ke madinah dan Beliau memiliki sekitar sisa 81 hari lagi dari hidupnya yang diberkahi sebelum Allah S.W.T mengambilnya dari dunia ini. Selama 81 hari itu sebuah wahyu lain turun. Jadi wahyu yang terdapat didalam Q.S. Al-maidah(5) : 3  {“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”} bukanlah wahyu yang terakhir. Bukan !.
Dari  wewenangnya Ibnu Abbas ra  Dan  dari hadits yang dicatat oleh Imam Al-Bukhari , kita diberitahu bahwa wahyu terakhir yang turun adalah wahyu yang terdapat disurat Al-Baqarah ayat 278 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
Mengapa ayat dari wahyu ini harus diturunkan terakhir ?
Wahyu-wahyu telah turun sejak zamannya Nabi Adam A.S , dimana beberapa ada yang tercatat dan beberapa tidak tercatat , selama ribuan tahun wahyu-wahyu telah turun dan ayat ini adalah kata-kata yang terakhir untuk turun , tidak akan adalagi setelah ayat ini.
Mengapa harus tentang Riba?
Jika hal ini adalah sesuatu yang sangat penting sehingga dipilih sebagai wahyu terakhir , dimana setelah ribuan tahun wahyu-wahyu telah turun , maka semestinya pada setiap khutbah jum’at seharusnya membahas tentang riba ,  Karena hal ini adalah sesuatu yang sangat penting sehingga dipilih sebagai kata-kata yang terakhir untuk turun.
Seringkah kita mendengar dalam khutbah jum’at , membahas subjek mengenai riba?
Mengapa wahyu ini harus turun , setelah Rosullullah S.A.W telah bertanya kepada umatnya “Apakah kalian bersaksi bahwa saya telah menyampaikan pesanNya?  dan mereka menjawab ‘Iya, kami bersaksi’.kemudian wahyu itu turun untuk mengatakan …”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.   Dan setelah pernyataan itu dibuat , sebuah informasi yang didapat dari Ibnu Abbas ra . dalam hadist yang direkam didalam shahih Bukhari bahwa Allah S.W.T menurunkan lagi wahyu.  Apa implikasinya ,  dari menurunkan satu lagi wahyu setelah dikatakan Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu…”? apakah mungkin bahwa disini terletak bahaya dari segala bahaya yang akan dihadapi oleh umat ini?  bahwa disini terletak sesuatu yang berpotensi merusak seluruh agama dan umatnya? Riba..!  Kita harus dapat merenungkan pertanyaan-pertanyaan itu.
Apa itu RIBA ?
Wahyu tersebut selanjutnya mengatakan bahwa bagi siapa saja yang menerima peringatan yang berhubungan dengan larangan riba dan kemudian memutuskan untuk berhenti, tidak akan lagi untuk berpaling maka dia dapat menyimpan apa yang menjadi haknya dan Negara tidak akan mengejarnya.
Wahyu itu juga mengatakan kepada pemberi pinjaman bahwa jika ia melepaskan pengambilan terhadap riba itu ‘maka bagimu pokok hartamu’.
Jadi meminjamkan uang dengan riba , atau untuk sekarang ini kata riba diganti dengan kata yang lebih halus lagi yaitu BUNGA/INTEREST. Entah mengapa mereka gemar untuk mengganti-ganti istilah. Bahkan dahulu kala mereka memiliki istilah yang lain untuk riba yaitu dalam bahasa inggeris “Usury”. Begitulah jika mereka tidak menyukainya maka mereka menggantinya. Sama seperti mereka tidak suka kata “homosexual” maka mereka ganti dengan kata yang lebih halus yaitu “gay”. Jadi mungkin kata “Usury” terlalu berat maknanya , sehingga mereka membuat kata yang menarik yaitu dengan kata “Interest”.  Jadi meminjamkan uang dengan bunga atau Interest adalah sebuah transaksi riba (ada jumlah tambahan).
Allah S.W.T telah melarangnya, bukan saja membuatnya haram tapi lebih dari itu. Jika kamu bersikeras meminjamkan uang dengan bunga , dan tentu jika anda menyimpan uang anda dalam sebuah deposito di bank dan anda mengambil bunganya atau ketika anda membeli sesuatu  yang disebut dengan obligasi maka anda adalah seorang pemberi pinjaman uang dengan bunga , tidak perduli apakah anda memberi pinjamannya pada tetangga anda atau kepada keponakan anda. Atau pada sebuah bank , anda adalah seorang pemberi pinjaman uang.
Dan  Allah S.W.T dan RasulNya pada wahyu yang paling terakhirNya didalam Al-Qur’an menyatakan perang kepada pemberi pinjaman uang dengan bunga.Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (Q.S.2 : 279).
Ada sebuah pertanyaan yang menarik , jika Allah S.W.T telah menyatakan perang dan Nabi-Nya juga menyatakan perang dengan para pemberi pinjaman uang dengan bunga , namun kita tidak sedang / menyatakan berperang dengan para pemberi pinjaman uang dengan bunga , maka apa yang akan terjadi pada kita? ,  Apakah kita adalah umat muslim yang sebenarnya? , Apakah kita adalah orang yang berserah diri kepada Allah ataukah kita berserah diri pada sesuatu yang lain? , Apakah kita akan mendapatkan sebuah kejutan diliang kubur nanti ketika para malaikat datang untuk bertanya, dan kita katakan bahwa kita adalah orang muslim , dan kemudian para malaikat akan katakan anda berbohong!!! , Mengapa? karena Allah S.W.T menyatakan perang dan Nabi-Nya juga menyatakan perang , namun kita tidak menyatakan perang ,
jika demikian apakah kita umat muslim???...