Selasa, 26 Januari 2016

BERHALA AKHIR ZAMAN



BERHALA AKHIR ZAMAN

“…Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka
Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Rum 30:9)

sabda Rasulullah berikut :
“Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka
menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar mereka menjadi agama mereka. Kehormatan mereka tergeletak pada kekayaan mereka.
Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja.
Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. Kalau
terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana :
Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta pengambil keputusan.”

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, “Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?”

Nabi menjawab, “Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala.”

Dalam hadits di atas, Rasul mengatakan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka.
Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah … menjadi berhala.

Rasulullah menggambarkan dengan indah : Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam. Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya.

Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Mereka bertindak dan bekerja, dengan pikiran yang sepenuhnya terpusat ke arah itu. Tumpukan uang menjadi agama mereka. Kemuliaan seseorang pada zaman
itu, diukur berdasarkan kekayaannya.

Manusia memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki banyak kekayaan. Maka di saat seperti itu, manusia berlomba-lomba menumpuk kekayaan untuk menunjukkan kemuliaan dan kehormatan mereka di tengah-tengah masyarakat.

Rasulullah juga mengatakan bahwa masjid-masjid pada masa itu ramai. Akan tetapi, hati penghuninya kosong dari petunjuk Allah. Ulama-ulama yang membimbing mereka, hanya dihormati karena pakaiannya saja.

Rasul mengatakan bahwa :
“Orang tidak mengenal ulama kecuali karena pakaiannya yang khas, dan bukan karena ilmu serta akhlaknya.

Orang tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suaranya saja.

Bila ulama-ulamanya sudah seperti itu, dan bila umat Muslim tidak bersungguh-sungguh melakukan ibadah (khusu') , maka mereka akan diberi penguasa yang tidak memiliki ilmu. Tidak ingin memaafkan rakyatnya. Dan tidak mempunyai kasih sayang kepada rakyatnya pula.”

Takjub mendengarkan ucapan Rasulullah yang melukiskan keadaan zaman itu, para sahabat pun bertanya : “Wahai Rasul Allah,
apakah mereka menyembah berhala?”

Nabi menjawab : “Benar. Hanya saja berhalanya bukanlah berhala yang dipahat dalam bentuk makhluk-makhluk tertentu.
Berhalanya adalah uang. Mereka
menyembah, mengabdi, dan
mencurahkan seluruh hidupnya untuk uangnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar