Bekerja bagi orang yang merdeka adalah
dimana orang itu sendiri yang menikmati langsung hasil dari pekerjaannya tsb.
Beda dengan bekerjanya seorang budak , seorang budak bekerja untuk kepentingan
orang lain atau yang menikmati hasil dari pekerjaannya adalah orang lain.
Contoh mudah seekor keledai bekerja untuk keuntungan pemilik nya meskipun
keledai itu mendapat imbalan makan 3 kali sehari.
Itulah yang dikatakan Allah swt dalam surah AL-BAQARAH ayat 61 “mereka mendapat kehinaan” , karena mereka bekerja seperti keledai yang hanya mendapatkan makan untuk penunjang hidupnya atau istilah kereennya disebut dengan upah/gaji juga kandang (itupun kalo ada) untuk peristirahatannya dari tubuhnya yang penat/lelah.
Itulah yang dikatakan Allah swt dalam surah AL-BAQARAH ayat 61 “mereka mendapat kehinaan” , karena mereka bekerja seperti keledai yang hanya mendapatkan makan untuk penunjang hidupnya atau istilah kereennya disebut dengan upah/gaji juga kandang (itupun kalo ada) untuk peristirahatannya dari tubuhnya yang penat/lelah.
Dari Abu Hurairah
r.a. berkata,
Rasulullah
s.a.w. bersabda: "Akan datang suatu
masa dimana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali
bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan
dari suatu lubang kepada lubang yang lain.
Maka apabila
zaman itu telah terjadi, segala pencarian pendapatan
kehidupan [pekerjaan...red] tidak dapat dicapai
kecuali dengan perkara yang mengakibatkan kemurkaan Allah s.w.t.
Maka apabila ini
telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berpuncak dari menepati/melayani
kehendak isterinya dan anak-anaknya.
Kalau ia
tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berpuncak dari
menepati/melayani kehendak kedua orang tuanya.
Dan jikalau
orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya adalah berpuncak dari
menepati/melayani kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya
sendiri) atau dari menepati kehendak jirannya".
Sahabat
bertanya, "Wahai Rasulullah s.a.w., apakah maksud perkataan engkau itu ?
(kebinasaan seseorang dari karena isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya,
atau keluarganya, atau jirannya?)".
Rasulullah
s.a.w menjawab, “Mereka akan mencelanya dan meng-aib-kannya
dengan kesempitan kehidupannya [menghinanya sebagai pengangguran...red]
,
dan
karena itu ia terpaksa melayani kehendak mereka
dengan menceburkan dirinya di jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan
dirinya".
[pekerjaan yang didapat hanya untuk kepentingan orang lain , seperti
seekor keledai yang bekerja untuk kepentingan tuannya dan hanya mendapatkan
imbalan berupa makan 3 kali sehari atau bahasa inteleknya upah/gaji juga
mendapatkan sebuah kandang (itupun kalo ada) buat peristirahatan dari tubuhnya
yang penat/lelah....red]
(HR.
Baihaqi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar