Selasa, 26 Januari 2016

Puncak Kebinasaan Diri



Bekerja bagi orang yang merdeka adalah dimana orang itu sendiri yang menikmati langsung hasil dari pekerjaannya tsb. Beda dengan bekerjanya seorang budak , seorang budak bekerja untuk kepentingan orang lain atau yang menikmati hasil dari pekerjaannya adalah orang lain. Contoh mudah seekor keledai bekerja untuk keuntungan pemilik nya meskipun keledai itu mendapat imbalan makan 3 kali sehari.
Itulah yang dikatakan Allah swt
dalam surah AL-BAQARAH ayat  61 “mereka mendapat kehinaan” , karena mereka bekerja seperti keledai yang hanya mendapatkan makan untuk penunjang hidupnya atau istilah kereennya disebut dengan upah/gaji  juga kandang (itupun kalo ada) untuk peristirahatannya dari tubuhnya yang penat/lelah.

 Dari Abu Hurairah r.a. berkata,

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Akan datang suatu masa dimana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain.

Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pencarian pendapatan kehidupan [pekerjaan...red] tidak dapat dicapai kecuali dengan perkara yang mengakibatkan kemurkaan Allah s.w.t.

Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berpuncak dari menepati/melayani kehendak isterinya dan anak-anaknya.

Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berpuncak dari menepati/melayani kehendak kedua orang tuanya.

Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya adalah berpuncak dari menepati/melayani kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya sendiri) atau dari menepati kehendak jirannya".

Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah s.a.w., apakah maksud perkataan engkau itu ? (kebinasaan seseorang dari karena isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau jirannya?)".

Rasulullah s.a.w menjawab, Mereka akan mencelanya dan meng-aib-kannya dengan kesempitan kehidupannya [menghinanya sebagai pengangguran...red] ,

dan karena itu ia terpaksa melayani kehendak mereka dengan menceburkan dirinya di jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya".
[pekerjaan yang didapat hanya untuk kepentingan orang lain , seperti seekor keledai yang bekerja untuk kepentingan tuannya dan hanya mendapatkan imbalan berupa makan 3 kali sehari atau bahasa inteleknya upah/gaji juga mendapatkan sebuah kandang (itupun kalo ada) buat peristirahatan dari tubuhnya yang penat/lelah....red]

(HR. Baihaqi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar